Offices

INDONESIA

Banda Aceh, Aceh
email: office@zhetproduction.com

News about us
Tragedi KMP Gurita Layak Difilmkan

HABADAILY.COM –  Karamnya Kapal Motor Penumpang Gurita 20 tahun silam sangat layak untuk diflmkan sebagai pengingat bahawa pernah terjadi musibah besar yang menambah catatan kelam transportasi laut di Aceh.

Peneliti dan Pembuat Dokumenter independen, Teuku Abdul Malik mengatakan persitiwa tenggelamnya KMP Gurita itu kini menjadi sejarah bagi orang Aceh. Jadi kata dia, sangat disayangkan jika sejarah itu tidak dicatat dengan baik sebagai peninggalan berharga bagi generasi muda Aceh di masa yang akan datang.

Salah satu cara agar sejarah itu tidak lekang dalam ingatan adalah dengan mendokumetasikan peristiwa tersebut dalam bentuk film.

“Salah satu cara agar sejarah tidak dilupakan adalah dengan menacatatnya. Mendokumentasikan kembali peristiwa tenggelamnya kapal Gurita dalam bentuk film salah satu cara mencatat sejarah itu secara visual dan ini layak untuk difilmkan,” katanya kepada Habadaily.com, Senin (18/01/2016) di Banda Aceh.

Abdul Malik menyayangkan begitu banyak bukti sejarah Aceh tempo dulu hingga saat ini tidak tercatat dan tersusun dengan rapi. Dia berharap Pemerintah Aceh lebih meningkatkan perhatiannya terhadap upaya menjaga warisan budaya dan sejarah Aceh. Karena jika tidak, kata dia sejarah Aceh kemudian akan menjadi dongeng.

“Jangan salahkan jika nanti sejarah Aceh itu, termasuk peristiwa tenggalamnya kapal Gurita ini akan cuma bisa didengar sama anak cucu kita layaknya seperti mendegarkan dongeng saja tanpa ada bukti catatan sejarahnya,” jelasnya.

Terkait peristiwa kelam karamnya KMP Gurita, Peraih Juara dua perlombaan karya film Animasi Se-Indonesia ini mengatakan, sebagian orang berpandangan peristiwa KMP Gurita adalah sebuah gelombang kesedihan sehingga membukukannya hanya akan mempertahankan kesedihan.

“Namun,  mari kita menggeser mesin waktu kemasa kekinian, kita juga pelaku sejarah untuk anak cucu kita, mengabadikan kisah yang akan menjadi sejarah untuk anak cucu kita,” Imbuhnya.

Dia juga meminta pemerintah daerah dapat mengumpulkan kembali bukti-bukti peristiwa sebagai catatan sejarah peristiwa tenggelamnya KMP Gurita itu sehingga dapat menjadi pelajaran bagi generasi muda di Aceh ke depan.

“Mendokumentasikan kembai rekam jejak peristiwa ini penting baik itu dibukukan kemudian difilmkan. Ini akan berguna bagi anak cucu kita 10 bahkan 20 tahun yang akan datang. Setidaknya disekolah-sekolah anak-anak kita tahu bahwa ada peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 19 Januari 1996,” jelasnya. [din]

Sumber: habadaily.com